Bantuan Tongkat untuk Mbah Sri Bawon

2009 Maret 10
by lmimalang

Bantuan Tongkat untuk Mbah Sri Bawon

Pada hari Jum’at malam (6/3/2009) silaturahmi kerumah mbah bawon untuk memberikan alat bantu jalan (tongkat) yang harapanya bisa mempermudah dalam berkatifitas dan berjalan. Ketika LMI datang kerumahnya, kami harus menyusuri gang kecil untuk menuju rumahnya. Kamipun berbincang-bincang dan mendengarkan cerita perjalan hidup mbah bawon.

Perjalanan hidup seseorang tidak akan tau pasti, manusia hanya sebagai perencana dan punya cita-cita tetapi hanya Allah yang memutuskan. Mbah Sri Bawon (61) nenek beranak satu dengan 4 anak cucu. Sudah lam suaminya meninggal tinggal di RT1 RW 10 Ds.Genengan Pakisaji Malang. Selam 25th yang lalu beliau merantau di surabaya untuk menjadi pembantu rumah tangga selama 25th disana. Mbah Bawon merasakan kondisinya kurang sehat dan tidak kuat untuk pekerjaan berat maka memutuskan untuk pulang ke Malang. Di Malang beliau tinggal bersama anak satu-satunya yang punya 4 orang anak. Tetapi kondisi ekonomi dari anaknya ternyata juga kekurangan karena suami anaknya yang pekerjaan sehari-harinya sebagai sopir angkutan kota yang hasilnya tidak bisa menopang kebutuhan sehari-hari.

Tetapi dalam kondisi itu mbah Bawon tidak mau berpangku tangan oleh anaknya, sepulang merantau dari surabaya beliau berjualan krupuk yang digoreng sendiri setiap harinya lalu hasilnya dititipkan ditoko-toko serta ada yang langsung mengambil dirumahnya. Itu perjuangan mbak Bawon, tetapi selama 7 bulan yang lalu beliau diuji Allah dengan penyakit Stroke yang itu mengakibatkan tidak bisa berjalan dengan baik dan tidak bisa berkatifitas seperti biasanya. Semenjak terkena stroke akhirnya sudah tidak bisa berjualan krupuk lagi, namun tidak patah semangat untuk berusaha sembuh dari sakitnya. Dengan bantuan kursi kayu yang ada Mbah Bawon belajar berjalan atau untuk berkatifitas jalanya menggunakan kursi kayu sebagai bantuan berjalanya.

LMI memberikan bantuan tongkat harapanya bisa mempermudah untuk berjalan dan harapanya nanti tidak tergantung oleh tongkat lagi. ”mas matur suwen sanget, kulo mboten saget mbales. Mugi mugi Allah ingkang mbales ingkang katah” (mas terimakasih banyak,saya tidak bisa memberikan apa-apa semoga Allah memberikan balasan yang lebih banyak) kata Mbah bawon. ”inggih mbah, mugi-mugi saget berkah tamel panjenengan mbah lan mugi-mugi mangke lekas saras lan saket mlampah ingkang akas lan saget nyambut damel maleh, Amin….” ( iya mbah,semoga bisa berkah buat mbah dan semoga nanti bisa segera sembuh dan bisa berkatifitas lagi) pungkas ahmad direktur lmi malang. Karena sudah malam akhirnya kami pamit untuk pulang. Dan kami berpesan ke mbah bawon ” niki dirumat ngih mbah, kados awet lan mangke lekas saras” (ini dirawat ya mbah, biar tidak cepet rusak dan semoga cepat sembuh). ”Inggih mas, matur suwun sanget” (iya mas terimakasih banyak) pungkas mbah bawon.

Satu Tanggapan leave one →
  1. 2009 Maret 18

    tes komentar :D

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS